Minggu, 06 Januari 2013

Cara Beternak Ikan Gurame

I-Ternak - Cara Beternak Ikan Gurame di kolam semen dan terpal, Jika anda memiliki hobi beternak ikan, maka sudah saatnya anda melakukan sebuah usaha yang sangat terkait dengan hobi anda tersebut serta menghasilkan materi.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai Cara Beternak Ikan Gurame. Menurut kami bahwa peluang usaha yang tidak pernah ada habisnya adalah beternak ikan. Karena hampir setiap hari masyarakat membutuhkan ikan untuk di konsumsi. Sedangkan pasokan ikan yang ada tidak akan pernah mencukupi kebutuhan tersebut.

Cara Beternak Ikan Gurame

Beternak ikan gurame adalah sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan karena banyak masyarakat Indonesia sangat menggemari ikan satu ini. Apalagi sekarang banyak bermunculan warung-warung besar yang menjual sajian  gurame bakar dan berbagai sajian ikan gurame lainnya. Pasar seperti inilah yang membuat ikaan gurame menjadi primadona dalam beternak ikan.

Ikan Gurame Bakar

Harga ikan gurame relative lebih mahal dari ikan lainnya sehingga banyak peternak yang memilih beternak ikan jenis ini.  Cara beternak ikan gurame dapat dilakukan dengan modal kecil sampai besar sehingga terbuka untuk siapa saja.

Bagi anda yang tak memiliki lahan yang cukup anda bisa membudidayakan ikan gurame dengan menggunakan kolam dari terpal. Ikan gurame pada dasarnya membutuhkan air yang cukup. Dengan membuat kolam dari terpal anda bisa membuatnya walaupun di lahan yang sempit. Asalkan anda sabar merawatnmya maka ikan gurame tetap tumbuh dengan baik.

Anda bisa membuat kolam ikan gurame dengan terpal secara fleksibel sesuai dengan lahan yang ada dan di mana saja. Misalnya di pekarangan rumah, di sawah, dan lain-lain. Jika kolam terpal buatan anda ukurannya tidak terlalu besar tentu saja tidak bisa menampung ikan gurame dalam jumlah yang besar. Jika dipaksakan tentu akan banyak mengalami kematian. Jadi jumlah ikan harus di sesuaikan dengan ukuran kolam. Untuk ukuran kolam 1m2 dengan kedalaman 90 cm kira-kira bisa diisi dengan 10 ekor guramih dengan berat 2.5 ons.

Jika ikan gurame sudah semakin besar maka jumlahnya harus di kurangi, jika tidak maka perlu penambahan filter air yang memadai, dengan cara mengalirkan air kolam terpal dengan pompa ke suatu sistem filter dan setelah melalui filter air masuk kembali ke kolam.

Cara Beternak Ikan Gurame Di Kolam

1. Pemilihan telur
Untuk bisa menghasilkan telur gurame yang baik maka pertama kali yang harus dilakukan adalah seleksi induk dengan ciri-ciri induk sebagai berikut :

a. Induk jantan

  • Dahi agak menonjol menyerupai cula
  • Dasar sirip dada terang keputihan
  • Dagu berwarna kuning dan agak menonjol
  • Jika diletakan ditempat datar ekornya naik ke atas
  • Jika ditekan perlahan kelaminnya mengeluarkan sperma
  • Sangat baik untuk dijadikan induk berumur antara 3 - 7 tahun

b. Induk betina

  • Dahi rata
  • Dasar sirip dada gelap kehitaman
  • Dagu kurang menonjol
  • Ujung sirip ekor bundar
  • Sangat baik dijadikan induk antara 2,5 - 6 tahun

Berbeda dengan jenis ikan lainnya bahwa telur gurame sudah dapat di jual dengan harga Rp 40-50/butirnya. Dan biasanya dalam 1 induk gurame berukuran 2.5kg sd 3.5kg mampu menghasilkan 2000 sd 5000 butir telur gurame.

2. Produksi hasil pendederan
Untuk ukuran hasil pendederan ikan gurame terbagi menjadi beberapa jenis yaitu

a.Ukuran 2-3 cm umur 40 sd 50 hari dari telur dengan harga jual Rp 300-Rp 400/ ekor
b.Ukuran 4-5 cm umur 50 sd 60 hari dari ukuran 2-3 cm dengan harga jual Rp 800-Rp1000/ ekor
c.Ukuran 6-7 cm Umur 50 sd 60 hari dari ukuran 4-5 cm dengan harga jual Rp 1700–Rp 2000/ekor.
d.Ukuran 7-9 cm Umur 50 sd 60 hari dari ukuran 6-7 cm dengan harga jual Rp 2500-Rp3000/ekor

Untuk fase produksi hasil pendederan tidak ada ketentuan khusus dalam masa pemanenan sehingga pada saat konsumen membutuhkan ukuran sesuai dengan keinginan, walaupun belum berusia diatas 50 hari masa pemeliharaan, peternak dapat menjualnya.

3. Produksi hasil pembesaran
Tebar benih gurame masa pembesaran biasanya dilakukan pada ukuran 2ons s/d 3ons dengan jangka waktu antara 3 s/d 4 bulan masa panen. Ukuran masa panen pembesaran ikan gurame dalam jangka waktu tersebut biasanya menghasilkan ukuran sekitar 5 ons s/d 1 Kg.

Dengan membagi proses beternak ikan gurame kedalam 3 proses yaitu pembenihan, pendederan dan pembesaran maka beternak ikan gurame tidak akan dirasa lama.

Jika kita lihat, ikan gurame adalah jenis ikan yang masa pertumbuhannya relatif lamban dibanding jenis ikan lain seperti ikan mas, nila dsb. Tetapi jika kita amati perbedaan masa pertumbuhan itu tidaklah mencolok, kalau kita ambil contoh budidaya ikan nila dari ukuran 2-3 cm sampai mencapai rata-rata 7ons sebenarnya kalau dihitung waktu pasti tidak cukup 6-7 bulan, yang membedakan lamanya waktu pemanenan tersebut yang paling menonjol adalah ukuran masa konsumsinya, dalam arti ikan nila bisa di konsumsi dengan besaran ukuran 2-5 ons sedangkan untuk gurame dikonsumsi dengan besaran ukuran minimal 5 ons sd 1kg.

PENDEDERAN IKAN GURAME DI KOLAM PLASTIK
Ikan gurame termasuk ikan labirin, yakni dapat hidup dalam air yang kekurangan oksigen, karena ikan gurame dapat menghisap oksigen dari udara babas. Dengan kondisi tersebut, petani dapat melakukan usaha pembenihan pendederan ikan gurame, meskipun tidak mempunyai air yang mengalir.

Ikan gurame termasuk ikan yang tidak banyak gerak, sehingga dengan area yang relatif sempitpun dapat ditanami ikan dalam jumlah banyak. Hal ini dapat menghemat lahan dan memberikan peluang kepada petani yang mempunyai lahan sempit untuk mempunyai kolam pendederan gurame sebagai sumber pendapatan keluarga. Selain itu, ikan gurame bernilai ekonomis tinggi dibandingkan dengan jenis ikan lainnya benih maupun konsumsi.

Kolam plastik Pada Cara Beternak Ikan Gurame
Tasikmalaya memang sudah sejak lama dikenal sebagai sentra budidaya perikanan air tawar termasuk ikan gurami baik di tingkat provinsi maupun nasional, juga sampai ke luar negeri. Dan banyak petani ikan asal luar negeri yang berguru perikanan air tawar ke Tasikmalaya. Meskipun demikian, tidak semua wilayah di Kab. Tasikmalaya dapat melakukan kegiatan budidaya ikan air tawar, karena ketersediaan air yang kurang. Karena ketersediaan air yang minim, maka pendederan ikan gurame pada kolam plastik menjadi salah satu jawaban yang tepat bagi sub sektor perikanan.

Dengan kolam plastik, lahan sempit dan air yang kurang, bukan suatu masalah lagi. Karena kolam plastik ini " adalah usaha budidaya yang hemat lahan dan air, serta untungnya besar Dalam budidaya ikan, orang lebih mengenal tambak, karamba, jaring apung, kolam air tenang dan kolam air deras. Selain itu, adalagi kolam batu dan kolam plastik.

Kolam batu ada di daerah Kec. Cikatomas Kab. Tasikmalaya, yaitu kolam yang dibuat pada lahan cadas. Kolam batu dianalogkan dengan sawah, yakni kolam tadah hujan, karena mengandalkan air hujan sebagai sumber airnya. Kolam batu tersebut berfungsi sebagai bak penampungan air untuk sumber air di musim kemarau dan sebagai kolam tetenong.

Kolam plastik sebenarnya bukan istilah baru dan sudah digunakan meski terbatas di lingkungan lembaga. perikanan. Namun di Kab. Tasikmalaya, kolam plastik tersebut berkembang pesat baru-baru ini di Kec. Cineama dan Kec. Manonjaya.

Sampai saat ini, sudah lebih dari 600 buah kolam plastik yang dibangun petani ikan di dua wilayah kecamatan tersebut. Kolam plastik bukanlah kolam khusus yang terbuat dari plastik tetapi tetap terbuat dari tanah. Namun, karena tanah di daerah tersebut adalah tanah yang porus/sarang (tidak dapat menahan air) dan airnya bukanlah air yang mengalir, maka air di kolam tersebut tidak cepat habis, dasar kolam dan pinggir kolam dilapisi plastik.

Luas kolam plastik kecil, rata-rata 14 meter persegi dengan kedalaman air antara 10-60 cm. Kecuali untuk kolam pendederan I dan pendederan II, luasnya cukup 2 meter persegi dengan kedalaman air 10 cm. Begitu pula untuk ukuran kaset, luasnya bisa 2-3 kali luas dibandingkan dengan kolam untuk ukuran benih yang lebih kecil dari ukuran kaset dan kedalamannya bisa sampai I meter. Ukuran panjang atau lebar kolam disesuaikan dengan keadaan lahan.

Analisa Usaha Beternak Ikan Gurame
Khusus di kalangan petani ikan di Kab. Tasikmalaya dikenal sebagai istilah untuk ukuran benih ikan, mulai dari lepas baskom (lempung), biji ketimun, biji labu, kuku, paneker, silet, kotak, korek, garfit sampai kaset. Benih ikan mulai dari lempung sampai sebesar kaset membutuhkan waktu sekitar 8 bulan atau 8 periode pendederan. Sedangkan pendederan untuk masing-masing periode pendederan berkisar antara 17-30 hari.

Pendederan I menghasilkan benih ukuran biji mentimun lama pendederan 17-20 hari, pendederan II (biji labu) selama 17-20 hari, pendederan III (ukuran kuku) selama 30 hari, pendederan I (paneker) selama 30 hari, pendederan A (silet) 30 hari, pendederan (korek) 30 hari, pendederan VII (korek) 30 hari dan pendederan VIII (kaset) selama 30-45 hari. Namun dari berbagai periode pendederan, yang dinilai paling menguntungkan adalah pendederan I dan 11.

Analisa usaha budidaya pendederan I lepas baskom (1 -3 cm) pada kolam 2 meter persegi yakni, pembuatan kolam bayar upah I orang pekerja untuk I hari Rp. 20.000
beli plastik 2 meter @ Rp. 7.000 (Rp. 14.000) dan spin Rp. 7.000. jumlahnya Rp. 41.000.
Beli benih 4.000 ekor kali Rp. 5 menghasilkan Rp. 20.000
Biaya lain-lain Rp. 50.000.
Sehingga totalnya Rp. 131.500.
Kemudian hasil produksi sebesar biji mentimun jumlah ikannya 3.000 ekor x Rp. 125/ekor menjadi Rp.375.000 – Rp.131.000 = Rp.243.500 (keuntungannya).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan dengan memperhatikan kata singkat berikut yaitu NO SPAM dan NO SARA. Mari kita budayakan berkomentar yang baik dan sopan.

PERINGATAN
Komentar yang tidak memenuhi kriteria tersebut diatas maka tanpa konfirmasi akan langsung dihapus.